Sabtu, 02 Januari 2010

Negeri-negeri yang Musnah

KHUTBAH I

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan janganlah mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim. Amin
Allah berfirman dalam Surat At-Taubah 9:70

Yang artinya,
“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Berita-berita kaum terdahulu merupakan bagian penting dalam Al-Qur’an, merupakan hal yang patut kita renungkan dan diambil pelajarannya. Sebagian besar dari kaum terdahulu yang telah dibinasakan Allah telah mengingkari, bahkan memusuhi nabi yang diutus kepada mereka. Kelancangan mereka mengundang kemurkaan Allah, dan mereka pun disapu bersih dari muka bumi.

5000 tahun yang lalu Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukan-Nya, kemudian mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Tetapi kaum Nabi Nuh menolak dan terus menyekutukan Allah. Sebagai azab atas kelalaian mereka maka Allah mengirimkan banjir yang menenggelamkan mereka dan menyelamatkan Nabi Nuh beserta kaumnya yang beriman. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-A’raaf 7:64, yang artinya, “Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).”

Bukti terjadinya banjir ini ditemukan di dataran Mesopotamia di Timur Tengah yang terletak di antara 2 sungai yaitu Sungai Eufrat dan Tigris. Kedua sungai ini dulunya meluap membanjiri Mesopotamia ditambah dengan hujan yang sangat lebat, sehingga mengakhiri suatu peradaban seluruhnya secara seketika.

4000 tahun yang lalu Nabi Luth mengingatkan kepada kaumnya supaya meninggalkan perilaku menyimpang mereka yaitu penyimpangan seksual secara bar-bar berupa sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabiannya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan, yaitu dengan dijungkirbalikkannya kota tempat mereka tinggal. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-Hijr 15:73-76, yang artinya, “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).”

Bukti mengenai kejadian ini ditemukan dalam dasar Laut Mati atau Danau Luth di daerah Timur Tengah. Menurut para ahli terbentuknya Danau Luth atau Laut Mati ini melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam, serta lautan api. Allah menggambarkan peristiwa ini dalam Surat Yaasiin: 29, yang artinya, “Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.”

3000 tahun yang lalu, Nabi Hud juga diutus Allah untuk kaum ‘Ad, sebagaimana yang telah dilakukan nabi-nabi sebelumnya, memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya. Namun mereka menanggapinya dengan rasa permusuhan. Kaum ‘Ad adalah kaum yang suka membuat bangunan-bangunan di tempat yang tinggi dan membangun gedung-gedung yang indah dengan harapan mereka akan hidup di dalamnya selama-lamanya. Disamping itu mereka berbuat kejahatan dan berlaku bengis.

Kaum yang menunjukkan permusuhan kepada Hud dan melawan Allah itu benar-benar dibinasakan. Badai pasir yang mengerikan membinasakan kaum ‘Ad seakan-akan mereka tidak pernah ada. Kejadian ini dikabarkan dalam Surat Al-Haaqqah 69:6-8, yang artinya, “Adapun kaum ‘Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka.”

Bukti tentang azab ini pun juga tersingkap baru-baru ini, di daerah Arabia Selatan tepatnya di negara Oman bagian barat telah dilakukan penggalian hingga ditemukan situs yang menandakan bahwa di daerah tersebut pernah ada gemerlapnya kota yang dihuni oleh kaum ‘Ad. Kota ini telah tertimbun oleh pasir sedalam 12 meter yang diakibatkan oleh adanya badai pasir yang menerpa kaum ‘Ad secara seketika.

Kisah-kisah seperti yang saya sebutkan di depan beserta kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, Nabi Shalih dengan kaum Tsamud, Nabi Syu’aib dengan penduduk Madyan, dan yang lainnya yang tidak mungkin dipaparkan semuanya dapat diambil hikmahnya oleh umat manusia.

Hikmah yang pertama berkaitan dengan Surat Al-Baqarah: 2, “dzaalikal kitaabu laa raibafiihi hudallil muttaqiin, Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” Bahwa ayat-ayat Al-Qur’an turun 14 abad silam, tetapi apa yang dikandung dalam ayat-ayat tersebut telah terbukti kebenarannya oleh penemuan-penemuan ilmiah modern. Sehingga kisah negeri-negeri yang musnah bukanlah kisah semacam legenda yang tidak jelas kebenarannya, tetapi kisah-kisah tersebut adalah nyata dan disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi kaum-kaum sesudahnya.

Hikmah yang kedua, sesungguhnya kaum-kaum yang dimusnahkan tersebut telah berbuat dzalim, baik dzalim terhadap Allah maupun dzalim terhadap sesama manusia. Mereka tidak mau beriman kepada Allah dan berlaku bengis dan kejam kepada manusia. Begitu pun dengan kita, apabila terdapat kaum yang dzalim terhadap Allah, dan menganiaya kepada sesama manusia dalam bentuk apa pun maka yang akan diperoleh adalah kehancuran. Kehancuran ini dapat berupa kehancuran di dunia ataupun di akhirat. Bahwa sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Adil, jika seseorang berbuat dzalim maka Allah pun akan menimpali kedzaliman kepadanya.

Baarakallaahulii wa lakum.

KHUTBAH II

Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia,

Amerika, yang kita semuanya sudah tahu seperti apa pongahnya di dunia ini. Walaupun sebagian rakyatnya tidak demikian, tetapi pemimpin-pemimpinnya telah menunjukkan kepada kita kedzaliman-kedzaliman yang dilakukan terhadap umat Islam di Afghanistan dan terakhir ini di Irak. Tidak hanya dzalim terhadap manusia, bahkan seakan-akan mereka tidak meyakini akan adanya Tuhan di atas mereka, atau mungkin malah menganggap dirinya adalah tuhan sebagaimana Fir’aun mengaku tuhan di zamannya Nabi Musa.

Untuk seluruh kaum muslimin dan khususnya rakyat Irak yang saat ini sedang dipecah belah, marilah kita berdoa supaya terhindar dari upaya adu domba pihak-pihak yang tidak senang dengan Islam.

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahirobbil ‘alamin
Allahumma shalli wasallim’ala sayyidina muhammad
Wa’ala alihi waasbihi ajma’in
Ya Allah, hindarkanlah kami dari adu domba kaum yang memusuhi-Mu,
Berilah kekuatan kepada kami untuk melawan musuh-musuh-Mu,
Ya Allah, selamatkanlah rakyat Irak dari malapetaka kaum yang berbuat dzalim,
Satu padukanlah mereka untuk mengusir tentara-tentara kafir yang ada di sana,
Ya Allah berilah kekuatan kepada mereka, untuk menegakkan panji-panji Islam,
Ya Allah, kini kota yang sangat bersejarah bagi agama-Mu, kota para nabi, kota kelahiran cendekiawan-cendekiawan muslim, kota bermukimnya ahli-ahli hadits, ahli-ahli fikih, ulama-ulama besar zaman dulu maupun sekarang, telah jatuh di tangan orang-orang kafir.
Ya Allah, selamatkanlah mereka dari malapetaka ini, berikanlah kekuatan kepada kami untuk merebut kembali harga diri kami yang telah mereka injak-injak.
Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Penolong.
Tiada yang dapat menolong kami melainkan Engkau,
Tiada yang lepas seluruh jiwa yang merayap di bumi ini melainkan semuanya dalam genggaman-Mu.
Engkaulah yang memegang jiwa George Bush, Jhon Howard, Tony Blair, dan seluruh kaumnya. Jangan biarkan mereka terus membuat kerusakan di bumi ini.
Ya Allah, jika Engkau menghendaki, berilah secercah hidayah-Mu kepada mereka, sehingga mereka kembali kepada ajaran agama-Mu, dan berhenti berbuat kerusakan.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Menerima Taubat.
Ya Allah, jika memang Engkau tidak menghendaki yang demikian, maka lenyapkanlah mereka dari muka bumi ini.
Musnahkanlah mereka sebagaimana Engkau menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya,
Sebagaimana Engkau mengirimkan banjir kepada kaum Nabi Nuh, sebagaimana Engkau menjungkirbalikkan kota yang dihuni oleh kaum Nabi Luth, sebagaimana Engkau mengirimkan badai pasir kepada kaum ‘Ad.
Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkaulah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi kami. Selamatkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang memusuhi-Mu,
Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafil aakhirati khasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar, walhamdulillaahirobbil ‘aalamiin.